Jumat, 20 April 2012

dewasa???

apa yang disebut dewasa? apakah ketka kita mencapai usia 20 tahun dan sudah mencapai akhil baligh? apakah ketika kita sudah bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar?
semua pertanyaan selalu menunpuk dikepalaku ketika semua orang berkata "sudah saatnya kamu berfikir dewasa". perbedaan kata dewasa yang berlawanan dengan kekanak-kanak an seringkali membuat aku terjebak, apakah bentuk pertengkaran antara orang dewasa dan anak kecil berbeda?
ketika aku melihat anak-anak kecil bertengkar, meskipun mereka bertengkar hebat akan tetapi dalam sekejap mereka bermain kembali dengan asyiknya... akan tetapi berbeda dengan orang dewasa, ketika ada konflik terjadi, bisa jadi lebih parah dari anak kecil .. mungkin karena hal sepele , pertengkaran itu bisa bertahan sampai berhari-hari atau bahakan bertahun-tahun..
hah... apakah orang dewasa yang bertukar diri dengan otak anak-anak? ataukah usia memang tak pernah menjadi pembatas seseorang dikatakan bahwa ia telah dewasa atau belum?
apakah ketika seseorang diakatakn dewas, ia harus menyandang simbol besara bertuliskan "AKU SUDAH DEWASA" atau meniru gaya para selebritis yang mengubah penampilannya untuk terlihat DEWASA.. dan menjadi saksi bahwa gelar "ANAK-ANAK" yang menjadi mahkota masa kecilnya telah disomasi..
benarkah orang dewasa memiliki hak untuk memilih dan mengatur sedangkan anak-anak tidak bisa?
benarkah orang dewasa telah sepenuhnya mampu mengatur dirinya sendiri, padahal ia masih menjadi budak game atau guling kesayangannya?
benarkah orang dewasa selalu benar dalam bertindak, atau bersandar pada pemahaman egoismenya sendiri?
apakah orang dewasa telah memahami semua hal di dunia ini berdasarkan pengalaman?ataukah hanya sebatas apa yang dia lihat dalam kamarnya?

kedewasaan bukan terbatas usia, bukan sebatas penampilan, bukan perubahan gaya rambut yang awalnya model dora menjadi model puteri elisabeth,
dewasa,,, ketika kita mau memahami dan menjadi pendengar yang baik untuk orang lain, ketika kita mau mengalah, ketika kita mengutamakan orang lain dari pada ke egoisan diri kita sendir, ketika kita fahami akar dari permasalahan dan menengahi persoalan yang terjadi, berudaha memberikan keuntungan untuk diri kita dan orang lain, berikanlah apa yang dapat kamu beri sepenuh hati...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar