Kamis, 03 November 2011

,


Masa lalu yang menjadi mimpi pada mentari selalu menampakkan taringnya pada semua catatan-catatan yang merengek
Seringkali rasa takut dan cemas menggerogoti ruang sepi setiap dunia
Tetapi kesabaran harus senantiasa berada pada aroma hembusan nafas yang kian tersenggal ,, yang terkadang berhenti sesaat ketika sebuah harapan karena dunia terasa semakin dingin
Ya ALLAH, keyakinan pada seluruh keputusan Mu adalah pedoman aliran nadi, dan takdir adalah cerita-cerita indah yang senantiasa mengisi pita kehidupan...
Biarkan semua mengalir dengan segala kehendak MU dan keridhoan MU... dimana kepastian selalu menjadi hulu yang menjadikan sejarah sang “pemula” mengawali jejak nya

cermin tua

Hampir aku tak mengenali sosok ku lagi di cermin tua q
Aku yang semakin kotor dan menjijikkan
Menampakkan nirwana diri pada musafir pencari jejak diri
Menyingkap semua tabir  pada detik waktu yang keliru
Tak pernah dapat ku putar kembali,,  noda yang telah ku ukir dengan kemunafikan ku sendiri
Tak ada lagi rasa malu yang dulu begitu menjadi mahkota kerajaan ku
Rabbi… topeng ku kini kian menebalkan kemunafikan ku
Hingga tak sanggup aku membedakan corak abu-abu dan hitam lagi
Rabbi… aku ingin menjejaki langkahku yang dulu… dimana selalu ku kenakan mahkota MU di setiap langkah dan detik ku.
Meski terkadang ku lukiskan corak hitam pada cerita ku, tapi hatiku senantiasa terpaut pada MU… tidak seperti diriku saat ini… aku telah terasuki jiwa yang aku benci