Senin, 02 Januari 2012

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK

1.         EMB DEDAK

Bahan :
a. Dedak                          20 Kg
b. Induk IMb                   500 Gram
c. Molase                         25 cc
d. Air                               5 Liter atau 40 %
Cara pembuatan :
  1. Dedak yang masih menggumpal di haluskan terlebih dahulu
  2. Emb, Molase, Air dicampurkan dalam wadah dan langsung dicampurkan kededak dan diusahakan dedak jangan sampai menggumpal
  3. Masukan dalam wadah / drum dan biarkan berfermentasi selama +  3-4 hari, tujuannya untuk mengaktifkan bakteri (Aspergillus)
  4. EMb Dedak siap dipakai
Fungsi :
  1. Sebagai campuran tanah persemaian
  2. Sebagai pupuk dasar
  3. Peghilang bau

2.            EMb NASI
Bahan :
a. Nasi                             500 Gram
b. Molase                         25 cc
c. Box
d. Daun bambu
Cara Pembuatan :
  1. Nasi dikepal-kepal menjadi bulatan sebesar kepalan tangan
  2. Taruh kedalam box yang sudah diberi daun bambu
  3. Diamkan selama 3 hari sampai nasi tersebut berjamur yang m,enandakan adanya bakteri miselium
  4. Masukan nasi yang sudah berjamur tadi kedalam wadah atau toples
  5. Beri molase atau gula merah  25 cc
  6. Diamkan kembali selama 6-7 hari
  7. Indukan siap dipakai
Fungsi : sebagai campuran tanah persemaian

3.     EMb CAIR
Bahan :
a. Indukan IMb                500 gram
b. Molase                         150 cc / 300 gram gula merah
c. Air                               10 liter
Cara pembuatan :
  1. Bahan-bahan langsung dicampurkan dan dimasukan kedalam wadah tertutup / botol
  2. Diamkan selama 6-9 hari
Fungsi  :
  1. Sebagai campuran pupuk cair (50cc/l.a)
  2. Sebagai fungisida (dispreykan, 10cc/la)
  3. Sebagai penghilang bau pada kandang (100cc/la)
  4. Sebagai bakteri activator
4.   KOMPOS SERBUK GERGAJI
Bahan :
a. Serbuk gergaji    300 kg
b. TA batrey                    60 kg
c. Dedak                          9 kg
d. Urea                            3 kg
e. Air                               50 %
Cara Pembuatan :
  1. Bahan-bahan ditumpuk sesuai kuantitasnya, jumlah yang paling banyak ditaruh paling bawah
  2. Bahan diaduk sambil dikasih air sampai kadar air mencapai 50%
  1. Tutup dan diamkan selama 3 bulan
  2. Pembalikan dilakukan setiap 2 minggu setelah pembuatan, kemudian seminggu sekali sampai 3 kali pembalikan
Fungsi :
  1. Sebagai pupuk dasar
  2. Campuran tanah persemaian

5.     BIOSTER
Bahan :
a. Tanah gunung              80 kg
b. Dedak                          20 Kg
c. EMb padat                   1 Kg
d. Emp                             1 Liter
e. Bakteri Kedelai            1 Liter
f. Maja                             1 Liter
g. Air                               40 %
Cara Pembuatan :
  1. Campurkan bahan-bahan yang sifatnya padat : tanah guung, Dedak, TA batrey, dan EMp padat)
  2. Campurkan pula bahan-bahan yang sifatnya cair
  3. Campurkan kedua bahan tersebut sampai kadar airnya mencapai 40 %
  4. Diamkan dan tutup selama 7 hari dengan membentuk gundukan
  5. Pembalikan dilakukan setiap hari ( 2 kali sehari )
      Fungsi :
  1. Campuran kompos sampah dapur
  2. Untuk mempercepat penguraian
  3. Campuran tanah persemaian
  4. Campuran litter pada bruder
  5. Dll

6.         EMp ( Efektif Microorganisme pepaya)
Bahan :
1 Pepaya                          1 Kg
2. Molase                         50 cc
3. Air                               5 Liter
Cara Pembuatan :
  1. Pepaya diiris-iris tipis + 5 cm, semakin banyak semakin bagus
  2. Masukan kedalam wadah yang sudah dikasih air sebanyak 5 liter dan dicampur molase
  3. Tutup rapat hingga kedap udara
  4. Biarkan selama 14 hari
Fungsi : Sebagai pupuk untuk pertumbuhan generatif ( 1:10 la)

7.     MAJA
Bahan :
a. Buah Maja                   1 Kg
b. Air beras                      2 liter
Cara Pembuatan :
  1. Buah maja diambil bijinya dan dicampur dengan air beras
  2. Diamkan selama 14 hari
  3. Setelah jadi ampasnya dibuang
      Fungsi :
  1. Untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif ( 1:20 la)
  2. Aplikasi untuk tanaman sayuran 25 cc/la

8.     REBUNG
Bahan :
a.  Rebung bambu           1 Kg
b.  Air beras                     5 Liter
c.  Molase                        5cc/la
Cara Pembuatan :
  1. Rebung diiris-iris tipis
  2. Masukan kedalam air beras yang sudah dicampur molase
  3. Diamkan selam 2 minggu
Fungsi :
  1. Untuk tanaman sayuran daun ( 1:10-20)
  2. Untuk tanaman keras ( 25- 50 cc/la)

9.     MOL KEONG
Bahan :
a.  Keong                         1 Kg
b.  Air                              10 Liter
c.  Molase                        15 cc /La
Cara Pembuatan :
  1. Keong ditumbuk bersama cangkangnya sampai halus
  2. Rendam dalam air yang sudah dicampur molase
  3. Diamkan selama 2 minggu
      Fungsi :
Untuk tanaman horticultura (1:10)

10.     MOL MELON
Bahan :
a. Melon yang sudah matang                Secukupnya
b. Molase                                            10 cc/la
c. Air beras                                          50 %
Cara Pembuatan :
  1. Melon dihancurkan dan cicampurkan dengan air beras
  2.  Diamkan selama 1 minggu
       Fungsi :
        Untuk pertumbuhan generatif ( aplikasi pemakaian 1 : 10-15 )

11.     EKIHI KENCING KAMBING
Bahan :
a. Kencing kambing         1 Liter
b. Molase                         10 cc
c. Maja ( jika ada )           10 cc
d. EMb cair                      10 cc
Cara Pembuatan :
  1. Proses pembuatan Ekihi ini melalui proses BMW ( Bakteri Mineral Water ) dengan system aerasi
  2. Fermentasi selama 10 hari
  3. Fungsi :
  4. Untui pertumbuhan vegetatif dan generatif ( aplikasi pemakaian 1: 20 )

12.  EKIHI VEGETITIF
Bahan :
a.  Legume                       2 Kg
b.  Dedak                         1 Kg
c.  Keong                         1 Kg
d.  Tahi ayam                  1 Kg
e.  EMb cair                     0,5 liter
f.  Air                              10liter
Cara pembuatan :
  1. Bahan-bahan disatukan dan dimasukan kedalam karung
  2. Masukan dan rendam kedalam wadah yang sudah di beri EMb cair
  3. Diamkan selama 1 Minggu
Fungsi :
Untuk pertumbuhan vegetatif  ( aplikasi 1:5)

13 . EKIHI GENERATIF
Bahan :
a. Pucuk daun                  1 Kg
b. Tepung kerang             1 Kg
c. Dedak                          1 Kg
d. Bokashi                       1 Kg
e. EMp                             5 Liter
f. EMb cair                      1 Liter
g. Air                               50 liter
Cara Pembuatan :
  1. Bahan-bahan yang sifatnya padat dimasukan kedalan karung
  2. Rendam kedalam campuran bahan cair
  3. Diamkan selama 1 minggu
Fungsi :
Untuk pertumbuhan gneratif  ( aplikasi 1:10-20)

14. EKIHI SUPER
Bahan :
a. Pucuk daun                     10 Kg
b. Tepung kerang                1 Kg
c. Tepung ikan                    1 Kg
d. Tahi Kambing                 5 Kg
e. EMb dedak                      1 Kg
f. Bokashi                           2 Kg
g. Ekihi kencing kambing    5 liter
h. Biocom                           1 Kg
i. Bakteri kedelai                 500 cc
j. Air                                   50 liter
Cara Prembuatan :
  1. Bahan-bahan dimasukan kedalam karung
  2. Rendam dalam larutan air dalam drum
  3. Diamkan selama 1 minggu
Fungsi :
Untuk  pertumbuhan vegetatif dan generatif ( aplikasi 1:20 )

15. BRUDER untuk DOC
       Bahan :
a. Serbuk gergaji                 5
b. Dedak                             1
c. EMb                                1 liter
d. Bakteri Kedelai               1 liter
e. Molase                            ½ liter
f. Air beras                          secukupnya
g. Garam                             secukupnya /400 gram
h. Daun bambu / akasia
i. Air                                   60 %
j. Kuntan                             5 cm
k. Fermentasi selama 3 hari, dengan suhu 50-60 C

16. PAKAN AYAM PETELOR                                   PEDAGING
Bahan
1. Jagung                                       15 Kg                47 Kg
2. Dedak                                        23 Kg                34Kg
3. Tepung ikan                               11 KG               10 Kg
4. Tepung kerang                           5 Kg                  2 Kg
5. Sebuk gergaji                             3 Kg                  4 Kg
6. Arang, Tanah, kerikil , ziolit      1 Kg                  1 Kg
7. Air                                             sampai 60 %


       

PAKLOBUTRAZOL PADA TANAMAN DURIAN (Durio zibenthinus)

PENDAHULUAN

Teknologi zat pengatur tumbuh belakangan ini berkembang sangat pesat, diikuti dengan semakin meluasnya penggunaan zat tersebut dalam praktik budidaya tanaman, tidak ketinggalan dalam manipulasi produksi buah-buahan di luar musim. Peggunaan zat pengatur tumbuh merupakan salah satu cara yang paling memungkinkan untuk mengatur pembungaan. Zat pengatur tumbuh adalah suatu senyawa organic yang mampu menghambat pemanjangan batang, meningkatkan warna hijau daun dan secara tidak langsung memperngaruhi pembungaan, menghambat pembelahan dan pembesaran sel pada meristem sub-apikal tanpa menyebabkan perumbuhan yang abnormal. Zat pengatur tumbuh berfungsi menurunkan aktivitas enzim proteilitik sehingga degradasi protein menjadi terhambat, menekan laju respirasi tetapi meningkatkan RNA, protein, sukrosa, pati dan klorofil yang semuanya menunjang terjadinya pembungaan. Jenis zat pengatur tumbuh yang paling sering digunakan untuk memacu pembungaan pada tanaman buah-buahan adalah paklobutrazol ( Mehouachi, et all., 1996).
Paklobutrazol merupakan zat penghambat tumbuh (growth retardant), bersifat menghambat biosintesis giberelin yang sudah banyak dibuktikan sangat efektif menurunkan pertumbuhan vegetatif tanaman sehingga penggunaan zat tersebut dapat merangsang terjadinya pembungaan. Paklobutrazol dengan rumus empiris C15H20CIN3O menghambat biosintesis giberelin pada oksidasi entkaurena untuk menjadi asam ent-kaurenoid (Sponel, 1995). Pemberian Paklobutrazol akan  menghambat pertumbuhan dan meningkatkan jumlah gula tersimpan di pucuk, yang pada umumnya pada tanaman buah, kandungan giberelin yang tinggi akan menghambat pembungaan dimana giberelin menstimulasi pertumbuhan dan meningkatkan suplai karbon pucuk, yang apabila diberi paklobutrazol akan terjadinya penurunan drastis pada kandungan giberelin (GA3, GA5, dan GA2) sehingga tanaman akan menginduksi bunga ( Rai, et all, 2004).
Paklobutrazol di pasaran memiliki nama dagang diantaranya Patrol, Cultar, Goldstar. ZPT ini berfungsi menghentikan fase vegetatif dan memacu fase generatif. Penggunaan secara berlebihan dapat mengakibatkan, batang dan dahan getas, daun menge­riting dan pertumbuhan vegetatif dapat terhenti (stagnan) hingga kurun waktu 3 tahun. Terbukti efektif dipergunakan pada tanaman keras seperti mangga, apel, jambu air, jeruk dan durian (Rai Nyoman dan Roedhy Poerwanto,2008).

















PEMBAHASAN

Budidaya durian di Indonesia tergolong masih sederhana atau masih belum dilakukan secara intensif, namun demikian sejak satu dekade terakhir, di beberapa tempat seperti di Bogor, Jombang, Malang, dan Pasuruan durian sudah di kebunkan dengan perawatan intensif. terdapat lebih dari 70 jenis durian budidaya , puluhan diantaranya telah diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Beberapa diantaranya adalah durian sukun, Petruk, sitokong, simas, sijamas, dll. Durian adalah tanaman yang berbunga sempurna dan menyerbuk silang. Bunga tumbuh bergerombol pada batang atau cabang utama, cabang primer, sekunder da tersier. Sekelompok bunga nya terdiri atas 40-50 kuntuk. Waktu yang siperlukan hingga mekarnya bunga sejak kuncup sekitar 6-8 minggu. Bunga mekar sore hingga malam hari. Masa berbunga durian cukup singkat , yaitu hanya 2-3 minggu dan rontok buah  muda sangat tinggi. Penyerbukan secara alami berlangsung melalui bantuan angin dan hewan. Penyerbukan alami akan menghasilkan nilai fruit set ( persentase bunga yang berkembang menjadi buah ) rendah, yaitu hanya 3-5,4% (Ashari,2004), Hal tersebut disebabkan dua hal, yaitu penyerbukan yang kurang sempurna atau terjadinya inkompabalitas. Gugur buah muda terjadi karena adanya kompetisi dalam mendapatkan hasil fotosintesis. Tanaman durian menghasilkan bunga dalam jumlah besar, walaupun bunga yang berada di tanaman diserbukkan semuanya, tanaman tersebut akan melakukan seleksi alami menurut kemampuannya dengan merontokkan sejumlah buahnya. Dengan demikian terdapat semacam batas maksimal jumlah buah yang dapat dihasilkan oleh tanaman durian, oleh karena itu budidaya durian memerlukan tindakan untuk meminimalisasi tingkat kompetisi sekaligus untuk memberi kesempatan pada bunga yang kuat agar jumlah dan distribusi bunga diserbukkan , di tiap ranting dalam kanopi tanaman, kemudian buah muda yang terbentuk diseleksi sedemikian rupa agar berkembang menjadi buah yang bernas dan sehat dengan penggunaan zat pengatur tumbuh yaitu Paklobutrazol.
Pemeliharaan yang baik, pada umur sekitar 5-6 tahun tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada musim kemarau , yakni bulan juni-september sehingga bulan oktober – februari buah sudah dewasa dan siap petik. Untuk mendapatkan ketersediaan durian yang melimpah, maka dilakukan pembungaan durian diluar musim dengan aplikasi zat pengatur tumbuh dan stress air diketahui dapat memodifikasi kondisi fisiologi tanaman durian sehingga waktu pembungaan bisa diatur. Beberapa zat pengatur tumbuh dapat digunakan untuk menginduksi pembungaan sekaligus meningkatakan fruit set, salah satunya yang paling umum digunakan adalah paklobutrazol dengan nama dagan Cultar 250 EC.
Upaya memproduksi durian diluar musim dengan menggunaka zat pengatur tumbuh . Zat pengatur tumbuh atau retardant adalah tipe senyawa organik sintetik yang menghambat perpanjangan batang, meningkatkan warna hijau daun, dan secara tidak langsung mempengaruhi pembungaan tanpa menyebabkan pertumbuhan yang abnormal, seperti paklobutrazol. paklobutrazol akan menghambat biosintesis giberelin dengan menghambat oksidasi ent-kaurene menjadi asam ent-kaurenoat. paklobutrasol ini dapat digunakan pada semua tanaman berkayu yang merupakan tanaman berbiji terbuka atau angiospermae rumus empiris paklobutrazol adalah C15H20C1N3O dengan rumuh kimia (2RS,3RS)-1-(4-chlorophenyl)-4,4-dimethyl-2-(1H-1,2.4 triazol-1-yl) pentana-3-ol.  Menurut Utama (2003), tanaman yang diberi paklobutrazol 15 g/tanaman disertai dengan teknik mulsa-drainase selama dua bulan dapat berbunga lebih dari 3000 kuntum bunga per tanaman pada lebih dari 200 mata tunas yang menghasilkan bunga. Hasil penelitian rahmi DW (2005) menunjukkan bahwa perlakuan paklobutrazol berpengaruh  nyata terhadap penghambatan pertumbuhan vegetatif tanaman durian.  Penghambatan pertambahan panjang tunas dan penurunan intensitas trubus  tertinggi berturut-turut adalah 45% dan 49% ditunjukkan oleh perlakuan  paklobutrazol dosis 0.75 g .  Penghambatan pertambahan jumlah daun dan  panjang cabang sekunder tertinggi  berturut-turut adalah 67% dan 69%  ditunjukkan oleh perlakuan paklobutrazol dosis 1.5 g,  namun perlakuan  paklobutrazol belum dapat menginduksi pembungaan(Wahyuni,2005). 
Faktor-faktor penting sebelum dilakukan aplikasi zat pengatur tumbuh adalah tanaman sudah pernah berbunga, kondisi tanaman saat diberikan perlakuan harus dalam keadaan sehat dan vigor,tanaman telah melewati fase juvenil serta pemeliharaan dilakukan dengan baik terutama pemangkasan dan pemupukan. Tanaman yang sudah pernah berbunga menandakan sudah dewasa untuk berproduksi sehingga pertumbuhannya bagus. Paklobutrazol berfungsi mengistirahatkan titik tumbuh sehingga sel berhenti membelah, sehingga hasil fotosintesis meningkat dan C:N rasio tinggi, Hal ini akan merangsang titik tumbuh untuk mengeluarkan bunga, bukan daun. Pemberian paklobutrazol pada tanaman sehat akan merangsang munculnya bunga tanpa mengganggu fase vegetatif, akan tetapi pada tanam sakit atau pemberian dosis yang terlalu tinggi menyebabkan pertumbuhan tunas dan pucuk akan terhambat. 
Paklobutrazol dapat diserap oleh tanaman melalui daun atau akar, kemudian ditranslokasikan secara akropetal melalui xilem, selanjutnya senyawa tersebut mencapai meristem sub apikal dan manghambat biosintesis giberelin dengan cara menghambat oksidasi ent-kaurene menjadi asam kaurenoat. Menurut Voon et al., (1992), perlakuan lebih efektif ialah penyemprotan  lewat tanah daripada lewat daun, karena kelarutan paklobutrazol rendah dalam air dan relatif immobil dalam floem sehingga aplikasi lewat tanah lebih efektif dan efeknya bertahan lebih lama( EW. Yasinta Ratna , 2003).














KESIMPULAN

1.      Perlakuan paklobutrazol dapat menghambatan pertumbuhan vegetatif tanaman durian, yaitu pada  penghambatan pertambahan panjang tunas dan penurunan intensitas trubus  tertinggi berturut-turut adalah 45% dan 49% ditunjukkan oleh perlakuan  paklobutrazol dosis 0.75 g , dan Penghambatan pertambahan jumlah daun dan  panjang cabang sekunder tertinggi  berturut-turut adalah 67% dan 69%  ditunjukkan oleh perlakuan paklobutrazol dosis 1.5 g,  Namun perlakuan  paklobutrazol belum dapat menginduksi pembungaan.
2.      Paklobutrazol berfungsi mengistirahatkan titik tumbuh sehingga sel berhenti membelah, sehingga hasil fotosintesis meningkat dan C:N rasio tinggi, Hal ini akan merangsang titik tumbuh untuk mengeluarkan bunga, bukan daun.
3.      Perlakuan lebih efektif ialah penyemprotan  lewat tanah daripada lewat daun,













DAFTAR PUSTAKA
Ashari , M.2004. Biologi Reproduksi Tanaman Buah-Buahan Komersial.Bayumedia Publishing. Malang
EW.Yasinta Ratna .2003.Induksi Pembungaan Mangga Varietas Manalagi Dengan Aplikasi Paklobutrazol Dan Kno3 Dan Studi Pembungaannya.Skripsi.Jurusan Biologi.Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.bogor
Mehouachi,et all.1996. Effect of Giberelic Acid and Paklobutrazol on Growth and Carbohydrate Accumulation in Shoots and Roots of Citrus Rootstock Seedlings.J.Hort.Sci.
Rai,et all.2004.Shoot Growth, Distribution of 13 C-Photosynthates and Mineral Contents in Seedling and Grafted Mangosteens Trees.J.trop agric. Japan.
Rai, Nyoman,dan Roedhy Poerwanto.2008. Memproduksi Buah Di Luar Musim. Lily publisher. Yogyakarta.
Sponel VW.1995. The Biosynthesis Metabolisem of Gibberellins in Hinger Plants in Davies Pj .Plant Hormoses.Physiology, Biochemistry and Molecular Biology.2th Edition.Netherlands.Kulwer Academic Publisher.
Utama, V.P.2003. Pengaruh Dosis Paklobutrazol dan Mulsa-Drainase Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Durian.Skiripsi.Jurusan Budidaya Pertanian.Faperta IPB.Bogor.
Wahyuni ,Rahmi Dian .2005. Pengaruh Aplikasi Paklobutrazol dan KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Durian (Durio zibethinus murr.) Cv. Monthong . Skripsi. Jurusan Agronomi dan Hortikultura . Faperta IPB.Bogor.

Selasa, 27 Desember 2011

MENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI UPAYA MEMPERBAIKI MUTU HIDUP (Oleh: Drs. Mardiya)

MENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP SEBAGAI
UPAYA MEMPERBAIKI MUTU HIDUP
Oleh: Drs. Mardiya
Manusia modern dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat melepaskan diri dari penerapan
teknologi, karena manusia modern tidak sekedar menjalani hidup akan tetapi telah menempatkan
kenikmatan hidup sebagai salah satu sikap dan perilakunya dalam mencapai kebahagiaan.
Sebagai konsekuensi dari perilaku manusia modern ini, maka kebutuhan untuk kehidupan yang
diambil dari lingkungannya tidak lagi sebatas subsistensi (jumlah yang diperlukan untuk
mempertahankan fungsi-fungsi hidup) akan tetapi telah meningkat pada jumlah kebutuhan yang
berlebih. Jumlah sumberdaya alam yang dibutuhkan semakin diperbesar lagi oleh pertumbuhan
populasi manusia dan penemuan-penemuan baru berkat perkembangan sains dan teknologi.
Akibatnya, sumberdaya alam dikuras serta dari kegiatan produksi dan konsumsi benda-benda
keperluan hidup sehari-hari akan dihasilkan hasil samping berupa limbah yang dapat mencemari
lingkungan. Limbah tersebut dibuang ke media lingkungan, yaitu air, udara dan tanah. Sebagai
akibat lebih lanjut dari pencemaran, terjadi kerusakan dan mungkin kepunahan komponen biotik
dalam ekosistem. Komponen biotik ini meliputi hewan, tumbuh-tumbuhan, jasad renik dan
manusia itu sendiri. Kerusakan komponen biotik menyebabkan daur biogeokimiawi, yaitu daurdaur
materi dan aliran energi dalam ekosistem terganggu.
Ketimpangan daur ekosistem akan mengakibatkan sumberdaya alam semakin turun
kualitasnya dan juga kuantitasnya, yang akan dipuncaki dengan kepunahan Sumberdaya alam
tersebut. Jika hal ini terjadi maka daya dukung lingkungan untuk kehidupan mansuia dan
makhluk hidup lainnya akan menjadi turun, sehingga (kelestarian) populasi manusia menjadi
terancam. Dengan demikian untuk mempertahankan kelangsungan hidup manusia dari generasi
ke generasi sampai pada akhir jaman perlu dilakukan pengelolaan lingkungan yang bijaksana.
Menurut Otto Soemarwoto (1989), pengelolaan lingkungan dapat diartikan sebagai usaha
secara sadar untuk memelihara dan atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar
manusia dapat terpenuhi sebaik-baiknya. Sedangkan menurut UU No. 4 Tahun 1982,
pengelolaan lingkungan hidup diartikan sebagai upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan,
pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan dan pengembangan lingkungan hidup. Dari
pengertian tersebut ada dua hal yang harus ada dalam pengelolaan lingkungan hidup yang
bijaksana, yaitu upaya pemanfaatan lingkungan untuk mencapai kebutuhan hidup dan usaha
pelestarian lingkungan hidp agar tidak terjadi ketidakseimbangan ekosistem.
Perencanaan dan pengelolaan lingkungan hanya akan berhasil baik jika bertumpu pada
pengembangan sains dan teknologi, sehingga penerapan teknologi pada masyarakat tidak
semata-mata teknologi eksploitasi, melainkan juga teknologi yang mampu mengarahkan
perencanaan dan pengelolaan lingkungan dan sekaligus memberikan koreksi terhadap
ketimpangan daur ekosistem yang selama ini terjadi.
Pengelolaan lingkungan hidup yang dapat meningkatkan mutu kehidupan manusia tanpa
merusak lingkungan pada masa-masa sekarang dan masa yang akan datang sangat diperlukan.
Oleh sebab itu menurut Emil Salim, pemanfaatan sumberdaya alam harus bijaksana dan
berwawasan lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup rakyat sepanjang masa.
Berkaitan dengan masalah tersebut, maka dalam mengolah sumberdaya alam yang tidak dapat
diperbaharui, perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut : (1) Terbatasnya jumlah dan
kualitas sumberdaya alam, (2) Lokasi sumberdaya alam serta pengaruhnya terhadap
pertumbuhan masyarakat dan pembangunan daerah, (3) Penggunaan hasil sumberdaya alam agar
tidak boros, (4) Dampak negatif pengolahan yang berupa limbah dipecahkan secara bijaksana,
termasuk pembuangannya. Apakah ke dalam tanah, ke dalam sungai, ke udara, limbah buangan
harus sudah dinetralisir sehingga tidak mencemari lingkungan hidup.
Sedangkan dalam pengolahan Sumberdaya alam yang dapat diperbaharui perlu
memperhitungkan beberapa hal sebagai berikut: (1) Cara pengolahan hendaknya dilakukan
secara serentak disertai proses pembaruannya, (2) Hasil penggunaannya sebagian untuk
menjamin pembaruan Sumberdaya alam, (3) Penerapan teknologi yang tepat sehingga teknologi
yang dipakai tidak merusak kemampuan Sumberdaya alam untuk diperbaharui, (4) Dampak
negatif pengolahannya ikut dikelola
Masih berkaitan dengan pengelolaan lingkugan hidup, agar dapat dicapai pengembangan
lingkungan hidup yang ideal yang dapat dijadikan pedoman dalam pengelolaan lingkungan
hidup, yaitu: Pertama, bahwa segala zat, benda, organisme hidup dan lain-lain hal dalam
lingkungan saling berkaitan sesamanya. Oleh karena itu setiap usaha yang menyangkut zat,
benda dan organisme tertentu langsung berinteraksi dengan zat, benda dan organisme hidup
lainnya di bagian lain dalam lingkungan. Hubungan interaksi ini bisa intensif dan segera terasa
dalam waktu pendek, bisa pula bersifat tidak langsung dan baru terasa setelah lewat beberapa
waktu. Contoh pengaruh langsung yang segera terasa, yaitu penebangan hutan di hulu sungai,
menyebabkan terjadinya erosi di bagian hulu dan besarnya pengendapan lumpur pada bagian
hilir. Contoh pengaruh tidak langsung yang dalam jangka lama baru terasa akibat, yaitu
tercemarnya air sungai oleh logam berat. Seperti kitaketahui bahwa dalam air hidup berbagai
jenis ikan yang biasa dimakan oleh penduduk. Penduduk baru menderita penyakit puluhan tahun
kemudian setelah memakan jenis ikan yang hidup pada air yang tercemar.
Kedua, bahwa sesuatu yang dibuang dalam lingkungan alam tidak akan hilang. Limbah
industri yang dibuang bisa dianggap hilang oleh pengusaha industri. Namun limbah itu
sebetulnya hanya pindah tempat, masuk ke lingkungan air, udara dan tanah. Hal ini dapat
mengganggu kesehatan masyarakat di tempat atau lingkungan yang lain. Ekosistem terbentuk
sebagai hasil perkembangan alam dalam ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun. Untuk membuat
lapisan lahan bagian atas setebal 2,5 cm, diperlukan waktu sekitar 300 tahun. Karena ekosistem
membutuhkan waktu yang lama proses pembentukannya, maka kita jaga kelestariannya.
Ketiga, bahwa stabilitas ekosistem berkaitan langsung dengan keanekaragaman isi
lingkungan. Semakin beraneka ragam isi lingkungan dengan bermacam-macam fauna dan flora,
semakin stabil ekosistem itu. Sebaliknya semakin seragam isi lingkungan dengan tumbuhtumbuhan
dan binatang yang sedikit jenisnya, semakin labil dan goyah ekosistem itu.
Keempat, bahwa ekosistem yang beranekaragam dan stabil itu menumbuhkan kualitas
hidup yang lebih tinggi dibadingkan dengan ekosistem yang seragam dan labil.
Kelima, bahwa ekosistem yang kuat mendesak yang lemah. Kuat dalam makna fisik
maupun intelengensi, mampu mendesak yang lemah.
Keenam, tidak ada hal gratis dalam kehidupan lingkungan. Apabila manusia hanya
memetik dari alam tanpa siklus kehidupan. Dan hal itu akan menimbulkan ketidakseimbangan
dan muncul gangguan atau bencana di saat lain. Apa yang diambil dari lingkungan hidup harus
disertai dengan usaha memberikannya kembali kepada alam.
Namun harus diingat bahwa untuk mematuhi ketujuh dalil lingkungan itu diperlukan sikap
disiplin dan bertanggung jawab. Tanpa sikap disiplin dan bertanggung jawab, akan sulit dicapai
pengembangan lingkungan hidup yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup yang baik.
Menurut email salim, hal itu bisa dicapai jika pola pembangunan, pola produksi, pola pemasaran
dan pola konsumsi dapat memberi kontribusi (dukungan) demi terpeliharanya dalil-dalil
lingkungan tersebut. Atas dasar itu, maka pengelolaan lingkungan hidup yang berwawasan
lingkungan hanya akan berhasil dengan baik jika didukung oleh semua penduduk. Dengan kata
lain, kearifan terhadap lingkungan hidup harus menjadi milik setiap insan atau membudaya di
dalam seluruh masyarakat.
Yang perlu kita pahami bersama adalah bahwa lingkungan hidup di Indonesia banyak
memiliki permasalahan. Banyak kondisi lingkungan hidup di Indonesia yang telah rusak, dalam
arti banyak lingkungan hidup yang tidak seimbang keadaannya, sehingga kurang ada manfaatnya
lagi bagi kehidupan manusia.
Sebagaimana telah dikemukakan, bahwa permasalahan lingkungan hidup disebabkan
oleh berbagai faktor terutama oleh penduduk dengan segala dinamika dan aktivitasnya dan
pengelolaan Sumberdaya yang kurang bijaksana. Sadar akan hal itu pemerintah Indonesia
mengambil langkah-langkah pasti dalam usaha pengelolaan lingkungan hidup untuk
kesejahteraan manusia dengan tetap memperhatikan kelestariannya. Langkah-langkah pasti
dalam usaha pengelolaan lingkungan hidup untuk kesejahteraan manusia dengan tetap
memperhatikan kelestariannya. Lanhkah nyata pemerintah Indonesia dalam pengelolaan
lingkungan hidup agar dapat dicapai engembangan lingkungan yang ideal adalah ditetapkannya
Undang Undang No. 4 Tahun 1982 pada tanggal 11 Maret 1982 tentang ketentuan-ketentuan
pokok pengelolaan lingkungan hidup. serta pengaturan biaya pembangunan lingkungan hidup.
Undang-Undang No. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan
lingkunngan hidup tersebut terdiri dari 9 bab, 24 pasal dan pejelasannya. Di dalam undangundang
tersebut sudah tercantum berbagai hal yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan,
mulai dari asa dan tujuan, hak kewajiban dan wewenang, perlindungan lingkungan hidup,
kelembagaan, ganti kerugian dan biaya pemulihan sampai sampai ketentuan pidana bagi
pelanggar. Dengan adanya undang-undang tersebut banyak langkah dan kegiatan yang telah
diambil pemerintah dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup yang mendukung pelestarian
lingkungan hidup. Di samping itu pemerintah juga mencanangkan “Pembangunan Berwawasan
Lingkungan” yang sekarang semakin membudaya di kalangan masyarakat.
Drs. Mardiya, Peminat masalah lingkungan
hidup dan Pegiat Bina Lingkungan Keluarga
(BLK) Kabupaten Kulonprogo

bunga toga


Hari wisuda sangatlah hari yang dinantikan oleh semua mahasiswa, tak jarang deretan bunga indah nan menawan pun selalu menampakkan pesona nya untuk memberi ucapan selamat dan melambangkan kebanggaan di pangkuan para wisudawan atau wisudawati dengan berbagai predikat gelar. Persiapan untuk menyambut hari yang dianggap sakral itupun seringkali membuat para calon wisudawan / wisudawati terpontang-panting mempersiapan segala perlengkapan dari baju, sepatu, penginapan untuk orang tua dan sebagai nya tapi tak jarang pula yang hanya mempersiapkan seadanya, dan salah satunya adalah diriku sendiri. Hari kebanggaan dimana itu sangat menjadi momok yang berat bagiku, memang tak ku sangkal bahwa aku pun sangat merasa senang ketika masa penantian ku setelah 4 tahun ini telah terlewati dan terselesaikan dengan hasil yang cukup membuat ku tenang akan tetapi seseorang menyadarkanku bahwa kebahagiaan itu takkan lama. Dan aku sangat bersyukur untuk peringatan itu, setidaknya otak ku sudah mulai berfikir keras sejak 1 bulan sebelum acara wisuda berlangsung dan pengesahan gelar ku di kumandangkan. Hal itu membuat hari wisuda ku tgl 13 desember adalah hari yang menyenangkan sekaligus hari yang sangat menakutkan bagku, betapa tidak, hari itu semua orang menyanjungku, meberiku gelar, memberikan ku do’a, dan bunga-bunga kebanggaan pun tak luput dari prosesi wisudaku, akan tetapi menjelang malam orang tua ku telah mulai mengerutkan dahi dan bertanya “kamu mau kerja dimana setelah ini? Ataukah mau melanjutkan beasiswa? Sudah dapat beasiswa apa untuk melajutkan? Ataukah kamu sudah memiliki calon suami dan akan segera menikah?” , dan saat itu aku telah siap mendengar pujian sekaligus cemoohan. Meskipun sebenarnya aku telah dapat dikatakan “sudah bekerja” dan telah “mendapatkan pekerjaan” atau “bukan seseorang tanpa aktivitas” jika dibandingkan teman2 ku yang sibuk berfikir tentang “main”, “menyiapakan perpisahan”, “traktir wisudaan”, tentuny aku merasa jauh lebih baik. Tapi sayang tak ada satu pun orang yang berfikir itu padaku , keluarga ku bahkan seseorang yang juga sangat berarti bagiku. Semuanya selalu memberiku pertanyaan demi pertanyaan tentang “apa rencana mu ke depan nya?” dan menjelaskan masing-masing apa yang mereka semua harapkan dan inginkan dariku. Aku mengerti bahwa semua itu wujud cinta , hanya seringkali aku menerjemahkan nya kepada kata ”penekanan” karena saat itu aku hanya ingin berfikir dan betul2 merencanakan apa pilihan ku dan ku ingin merka mendukung ku. Aku bukan robot yang dapat berfikir cepat, bagaimana pun aku butuh waktu. Seringkali aku muak dengan semua itu, tapi biarlah ku buat hal itu jadi pil pahit bagiku yang harus kutelan, karena ku yakin ini adalah wujud kasih sayang mereka. Bunga itu saat ini telah mulai menguning dan rapuh, Warna semarak yang awalnya begitu menjadi pujaan kini telah menjadi coklat dan layu. Sama dengan diriku, gelar sarjana yang menyandang gelar “pengangguran”, sebenarnya bukan karena memang tak ada lapangan pekerjaan bagiku, sebenarnya jika aku mau, dengan mudahnya aku bisa menjadi seseorang yang setara dengan direktur di yayasan yang ibu ku miliki. Tapi aku sama sekali tak mengingikan itu, dari semua itu aku belajar membuat pilihan dan mengukir pena hidupku, aku ingin mencari recehan di pelataran jalan sana, mengais peluh dan tangisku sendiri. Tanpa harus membebani siapapun, termasuk keluarga ku. Aku ingin mencoba membuktikan bahwa aku bisa mewujudkan itu. Hidup memang sebuah pilihan, mungkin aku adalah salah satu deretan sarjana yang menjadi bahan tawa dan diskusi bagi teman2 ku yang masih mempertahankan idealisme tentang “ sarjana terkatung-katung mencari loker di kota besar “. Meskipun aku menertawakan dirku sendiri, tapi aku tak peduli. Hidup ku adalah jalanku yang menjadi pilihan ku, dimana pada setiap langkahku ku ingin membuat cinta bagi orang-orang yang aku sayangi yaitu keluarga ku. Mungkin memang bukan berarti aku harus membelinya dengan materi tapi aku hanya ingin membuat mereka percaya bahwa aku telah dapat menjadi seseorang yang berarti. salah satu lembaga nirlaba amil zakat yang ku geluti, membuatku belajar bahwa tak selamanya aku harus menjadi jembatan. Aku pun ingin menjadi sang hulu bagi hilir yang dapat berbagi kesejukan dan kesejahteraan surgawi. Itulah pilihanku dan aku harap mereka senantiasa merestui langkah ku, karena bagaimanapun mereka adalah orang-orang yang sangat berarti untukku, semangat dan tangis ku ada pada tawa dan tangis mereka,,,, bapak, ibu, teteh, aa, org tua tiri ku, dan yuka.